Pages

Powered by Blogger.

Blogroll

TEORI ISI : TEORI MASLOW

Sunday, April 19, 2015

Abraham maslow seorang psikolog terkenal yang lahir pada 1 april 1908 di Brooklyn, new York. Abraham maslow terkenal dengan teori hirarki kebutuhannya. Abraham maslow memberikan kontribusi besar bagi dunia psikologi melalui teorinya hirarki kebutuhan atau bisa di sebut piramida kebutuhan dasar. Kebutuhan ini bertingkat mulai dari yang paling mendesak sampai yang “mewah”. Kelima tingkat tersebut mulai dari paling dasar adalah kebutuhan fisiologis (jenis kelamin, tidur, makan, minum). Jika dalam islam ini adalah kebutuhan yang telah menjadi fitrah manusia yang tidak bisa dikendalikan dan harus dipenuhi. Tingkat kedua adalah kebutuhan akan rasa aman (kesehatan, keamanan tubuh, keamanan dalam bekerja). Dalam islam kebutuhan ini sangat dianjurkan untuk menjaga jasmani kita. Dan kita tidak dianjurkan untuk terus menerus beribadah karena hal ini yakni memlihara kesehatan jasmani kita. Tingkatan ketiga adalah kebutuhan social (persahabatan, keluarga, dll). Tingkatan keempat adalah harga diri (rasa percaya diri, menghormati orang lain dan oleh orang lain). Tingakatn terakhir adalah aktualisasi diri (moralitas, kreativitas dll)

Teorinya adalah bahwa meskipun tidak memenuhi syarat dari segmen bawah tangga / piramid akan mencegah seseorang naik ke tingkat berikutnya. Mereka yang mencapai puncak piramida adalah orang-actualising diri. Hirarki Kebutuhan Maslow menjadi gagasan diterima di bidang psikologi dan antropologi, serta menyeberang ke bidang kemanusiaan lainnya.[1]

Untuk lebih detailnya di jelaskan berikut ini

1. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang sangat primer dan mutlak harus di penuhi untuk memelihara homeostatis biologis dan kelangsungan hidup bagi setiap manusia.kebutuhan ini dapat mengakibatkan sakit bahkan sampai mati jika tidak terpenuhi.oleh karena itu kebutuhan fisiologis berada di urutan pertama atau teratas oleh Abraham maslom[2].Kebutuhan fisiologis ini meliputi kebutuhan manusia yang paling mendasar yaitu kebutuhan akan makanan, minuman, tempat tinggal, seks, tidur, istirahat, dan udara. Seseorang yang mengalami kekurangan makanan, harga diri, dan cinta, pertama-tama akan mencari makanan terlebih dahulu. Bagi orang yang berada dalam keadaan lapar berat dan membahayakan, tak ada minat lain kecuali makanan. Bagi masyarakat sejahtera jenis-jenis kebutuhan ini umumnya telah terpenuhi. Ketika kebutuhan dasar ini terpuaskan, maka kebutuhan yang lebih tinggi akan bermunculan.

2. Kebutuhan Rasa Aman
Segera setelah kebutuhan dasariah terpuaskan, munculah apa yang digambarkan Maslow sebagai kebutuhan akan rasa aman atau keselamatan. Kebutuhan ini menampilkan diri dalam kategori kebutuhan akan kemantapan, perlindungan, kebebasan dari rasa takut, cemas dan kekalutan; kebutuhan akan struktur, ketertiban, hukum, batas-batas, dan sebagainya. Kebutuhan ini dapat kita amati pada seorang anak.
 Kebutuhan akan rasa aman ini baiasanya terpuaskan pada orang-orang yang sehat dan normal.Seseorang yang tidak aman akan memiliki kebutuhan akan keteraturan dan setabilitas yang sanggat berlebihan dan menghindari hal-hal yang bersifat asing dan yang tidak di harapkannya.berbeda dengan orang yang merasa aman dia akan cenderung santai tanpa ada kecemasan yang berlebih. Perlindungan dari udara panas/dingin, cuaca jelek, kecelakaan,infeksi, alergi, terhindar dari pencurian dan mendapatkan perlindungan hukum.[3]

3. Kebutuhan Sosial
Setelah terpuaskan kebutuhan akan rasa aman, maka kebutuhan sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki, saling percaya, cinta, dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi perilaku. Pada tingkat kebutuhan ini, dan belum pernah sebelumnya, orang akan sangat merasakan tiadanya sahabat, kekasih, isteri, suami, atau anakanak. Ia haus akan relasi yang penuh arti dan penuh kasih dengan orang lain pada umumnya. Ia membutuhkan terutama tempat (peranan) di tengah kelompok atau lingkungannya, dan akan berusaha keras untuk mencapai dan mempertahankannya.
4. Kebutuhan akan Penghargaan
Menurut Maslow, semua orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai kebutuhan atau menginginkan penilaian diri yang mantap, mempunyai dasar yang kuat, dan biasanya bermutu tinggi, akan rasa hormat diri atau harga diri. Karenanya, Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara internal dan eksternal. Yang pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri, kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidaktergantungan, dan kebebasan (kemerdekaan). Yang kedua (eksternal) menyangkut penghargaan dari orang lain, prestise, pengakuan, penerimaan, ketenaran, martabat, perhatian, kedudukan, apresiasi atau nama baik. Orang yang memiliki cukup harga diri akan lebih percaya diri. Dengan demikian ia akan lebih berpotensi dan produktif.

5. Kebutuhan akan Aktualisasi Diri
Menurut Maslow, setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya. Kebutuhan manusia untuk bertumbuh, berkembang, dan menggunakan kemampuannya disebut Maslow sebagai aktualisasi diri. Maslow juga menyebut aktualisasi diri sebagai hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuan sendiri, menjadi apa menurut kemampuan yang dimiliki. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini biasanya muncul setelah kebutuhan akan cinta dan akan penghargaan terpuaskan secara memadai.



[1]  Haryanto, S.Pd. "Biografi Abraham Maslow dan Teorinya". 17 Oktober 2010. http://belajarpsikologi.com di akses tgl 6 april


[2] Yusuf, Welly.”Kebutuhan Fisiologis Manusia?”. 7   April 2013 http://sosbud.kompasiana.com di akses tanggl 6 april

No comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll